Gurumengajukan satu pertanyaan, siswa satu menjawab dengan satu kalimat, kemudian siswa satu bertanya dan siswa dua menjawab, kemudian siswa dua bertanya dan siswa tiga menjawab dan seterusnya. b) Menghafalkan model dialog Guru memberikan satu model dialog secara tertulis untuk dihafalkan oleh siswa di rumah masing-masing.
- Negosiasi adalah proses tawar-menawar antar satu pihak dengan pihak lainnya untuk mendapatkan kesepakatan. Beberapa orang merasa takut bernegosiasi karena dinilai dapat memicu keributan, padahal negosiasi sebenarnya adalah suatu keterampilan komunikasi yang dibutuhkan dalam kehidupan seringkali dianggap sebagai hal yang menakutkan, terutama jika yang dihadapi adalah orang dengan kekuatan yang lebih besar. Misalnya murid akan merasa takut untuk bernegosiasi dengan guru. Rasa takut akan dimarahi maupun rasa takut tidak sopan jika harus bernegosiasi dengan guru. Dilansir dari Program on Negitiation Harvard Law School, negosiasi dapat membantu membuat kesepakatan, memecahkan masalah, mengelola konflik, membangun hubungan yang baik, serta tetap menjaga hubungan baik juga Contoh Teks Negosiasi Beserta Strukturnya Dilansir dari Harvard Business Review, dalam negosiasi sangat penting untuk memahami apa yang penting bagi kita dan apa yang penting bagi pihak lain. Dengan mengetahui hal tersebut, kita dapat memberikan penawaran yang menguntungkan bagi kita namun tetap tidak menyepelekan kepentingan orang lain. Dalam negosiasi terutama dengan orang yang lebih kuat atau lebih berkuasa, penting sekali agar tidak terpengaruh dengan nada negatif yang dikeluarkan orang tersebut. Jika orang tersebut memberikan nada negatif atau nada tinggi, jangan menirunya dan tetaplah fokus dalam negosiasi. Negosiasi yang baik adalah negosiasi yang menghasilkan solusi yang sama-sama baik bagi kedua belah pihak win-win solution. Contoh teks negosiasi Contoh teks negosiasi singkat antara guru dan salah satu siswanya tentang pengumpulan tugas, yaitu
Sesungguhnya manusia hidup, berjalan atau berlari dalam pengembaraan-Nya, kita diingatkan "Tidak semata-mata Aku ciptakan Jin dan Manusia hanya untuk menyembah-Ku". Cepat atau lambat rahmat dan karunia Allah itu, tergantung manusia itu sendiri dalam menuju atau mendekatkan diri kepada-Nya. Allah adalah segala-galanya, jadikanlah Al-Quran dan As-Sunnah pedoman atau panduan menuju-Nya. Adapun yang tidak meyakini akan adanya Allah SWT, adalah musibah yang amat besar! Secara populer, orang mengatakannya dengan "Atheis" tidak ber-Tuhan, tidak percaya akan adanya Allah. Gambaran tersebut Sa'id Hawwa Khalafush-Shalihin mengilustrasikan sebagai berikut Pada suatu hari disebuah sekolah dasar disalah satu wilayah Negara Rusia, Ibu Guru bertanya pada muridnya; "Anak-anak apakah ini namanya?" "Penghapus bu Guru" "Benar!" kata Bu Guru. "Apakah kalian melihatnya?" Tanya Ibu Guru. "Iya, melihat!", Jawab murid "Berarti penghapus itu ada", kata Bu Guru. "Apakah kalian semua melihat Tuhan?" Bu Guru bertanya lagi. Anak-anak hampir serempak menjawab dengan tegas; "Tidaaaak!" Bu Guru berkata dengan meyakinkan; "Berarti Tuhan itu tidak ada!". Dengan penuh keberanian, seorang murid yang cerdas mengacungkan tangan sambil berdiri, lalu berkata; "Teman-teman, apakah kalian dapat melihat akal Ibu Guru?" Anak-anak serempak menjawab; "Tidaaak!" Dengan tenang si murid tadi berkata, "Kalau begitu Ibu Guru kita juga tidak berakal". Itulah sedikit dialog antara guru dan murid dibelahan bumi yang tidak meyakini adanya Tuhan, yang menjadikan hal material menjadikan dasar alasan utama. Sehingga terhadap immeterial tidak tampak/ghaib mereka sungguh sangat tidak mempercayainya. Secara garis besar manusia hidup didunia ini terbagi 2 dua; Pertama golongan Spiritual yaitu manusia yang meyakini akan adanya pencipta dan pengatur dunia ini dan menyerahkan segala urusannya kepada Yang Maha Pencipta. Kedua adalah Kaum Material , yaitu manusia yang hanya memikirkan hal-hal bersifat material, yang tampak oleh kasat mata, dan hal-hal material adalah ukurannya. Perhatikan sebagaimana Allah berfirman; "Ini Al-Quran adalah Kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan Ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran". 29 "Dan bahwa yang kami perintahkan ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan yang lain, karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalan-Nya, yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertaqwa". 153 semoga bermanfaat bagi pembaca yang arif
14 Contoh Teks Negosiasi Antara Guru dan Siswa. Terkadang di dunia pendidikan atau sekolah ada juga negosiasi yang melibatkan guru dan murid. Seperti contoh di bawah ini: Guru : "Anak-anak, minggu depan kita akan melaksanakan ulangan harian bab teks drama ya. Kalian harus mempersiapkan sebaik-baiknya." Siswa : "Jangan dong Bu.
Tulisan ke-22 Program Februari Ceria Dialog antar murid DokMT Pendidikan adalah bagaikan menyalakan api bukan mengisi bejana. Guru seharusnya mendorong murid untuk berpikir dan tidak hanya mengisi para murid dengan materi setiap saat dan setiap hari. Membuat murid berpikir akan mendorong mereka untuk berkreasi dan berinovasi. Berikan mereka tugas yang mendorong mereka untuk berpikir kritis daripada sekedar memindahkan materi pada buku ke dalam lembar jawaban mereka. Buatlah murid untuk berpikir secara mendalam. Nyalakanlah lampu pikiran para murid kita. Buatlah jiwa mereka menyala. Kalau kita membuat hal itu di dalam kelas, maka kita akan mendorong semangat belajar murid. Hal-hal tersebut akan membuat murid menjadi produktif. Kalau murid kita terbiasa menjadi wadah atau bejana yang diisi. Mereka hanya akan menjadi follower. Mereka tidak akan menjadi trend setter. Pikiran ilmiah murid perlu kita hidupkan dengan menyikapi pola pembelajaran sebagai menyalakan api atau lampu. Mendorong murid untuk melakukan hal-hal demikian membuat mereka semakin bersemangat dalam pembelajaran. Pembelajaran yang saya lakukan bersama murid Kelas XI UPW 2 berlangsung secara meriah. Seorang murid tampil ke depan kelas dan meminta pendapat teman-temannya mengenai persiapan kegiatan mereka. Kelas ini juga merancang sebuah kegiatan di bulan Mei seperti Kelas paralelnya di Kelas XI UPW 1. Mereka mendesain dan mempersiapkan kegiatan mereka secara bersama. Hari ini dari 29 murid yang ada dalam kelas, pada hari ini 25 murid menghadiri pembelajaran, 2 orang Sakit, 1 orang Ijin dan 1 orang tanpa keterangan. Kondisi ini tidak menurunkan semangat murid-murid yang hadir untuk melakukan pembelajaran. Sebagai guru, hari ini saya mengkondisikan kelas saya dalam bentuk Dialog Murid dan Guru. Informasi singkat di awal pembelajaran saya jadikan pemantik bagi murid-murid di kelas saya untuk memulai pembelajaran. Pengkondisian yang saya lakukan diarahkan pada pemberian kesempatan bagi setiap murid untuk menyampaikan ide dan pendapat mereka. Dalam kegiatan pembelajaran ini saya mengupayakan terjadinya lintas/saling tukar nalar/pikiran arti kata dialog – dia – logos. Saya terhenyak menemukan bahwa banyak ide-ide unik dan menarik yang dipikirkan oleh para murid. Ternyata Dialog membuat mereka merasa nyaman untuk menyampaikan pendapatnya. Dengan dialog juga membuat mereka menjadi toleran dan tidak memaksakan kehendaknya kepada temannya. Untuk memperlancar Dialog tersebut, saya mengundang 1 orang murid untuk menjadi moderator dari ide-ide temannya. Saya sampaikan bahwa moderator tidak hanya sekedar menuliskan ide temannya dan mempersilahkan temannya, namun moderator selayaknya mengupayakan munculnya kesimpulan ide. Awalnya kurang berjalan lancar, namun seiring berjalannya waktu dan semakin hangatnya diskusi mereka, akhirnya ide kegiatan yang akan mereka lakukan dapat mereka simpulkan. Setelah terkumpul beberapa ide, saya memberikan gambaran pembanding terhadap ide-ide tersebut. Saya tidak pernah menyatakan pendapat yang satu salah ataupun pendapat yang lain lebih baik. Saya membuka ruang bagi mereka untuk menanyakan dan menyanggah apa yang saya informasikan. Tentunya, saya juga mengarahkan mereka tetap mengedepankan etika dan tata krama dalam menyampaikan pendapat dan menyanggah pendapat orang lain. Betul-betul terasa kondisi Dialog Murid dengan Guru. Saya menemukan kenikmatan dalam mengajar dan berinteraksi dengan murid saya hari ini. Alhamdulillah, saya menemukan bukti bahwa “Education is the kindling of a flame, not the filling of vessel” seperti yang diutarakan dan dicontohkan oleh Socrates. MT-220223
Di masa pandemi seperti sekarang ini, sekolah jarak jauh yang memanfaatkan internet sudah menjadi normal. Online learning atau belajar secara daring ini diperkirakan akan tetap menjadi hal yang lumrah walaupun masa pandemi sudah berakhir. Oleh karena itu, baik murid dan pengajar harus terbiasa untuk melakukannya. Ada beberapa aplikasi atau program yang bisa digunakan untuk melakukan kelas jarak jauh, salah satunya adalah Zoom. Ada beberapa ungkapan khusus dalam bahasa Inggris yang bisa digunakan ketika melakukan belajar daring melalui Zoom. Kita akan mempelajari ungkapan-ungkapan tersebut melalui beberapa contoh percakapan antara guru dan murid di Zoom dalam bahasa Inggris di bawah ini. Mari langsung saja kita lihat percakapannya Percakapan 1 Teacher Good morning, everyone. Selamat pagi, semuanya Students Good morning, sir. Selamat pagi, pak Teacher Can you hear my voice clearly? Apakah kalian bisa mendengar suara saya dengan jelas? Students Yes. Ya Teacher Good. I’m glad to hear that. It’s raining outside. I was afraid it would interrupt my internet connection. It turned out it didn’t. Anyway, is no one absent today? Bagus. Saya lega mendengarnya. Di luar hujan. Saya khawatir itu akan mengganggu koneksi internet saya. Ternyata tidak. Omong-omong, apakah semua hadir hari ini? Student A Dimas isn’t here, sir. Dimas tidak hadir, pak Teacher Oh you’re right. He didn’t fill out the attendance sheet. Does anyone know why he is absent today? Oh kamu benar. Dia tidak mengisi daftar hadir. Apakah ada yang tahu mengapa dia absen hari ini? Student B I think he’s not feeling well. He kept sneezing during the history class yesterday. Sepertinya dia sakit. Dia terus-terusan bersin selama kelas sejarah kemarin Teacher I hope he gets better soon. Is there anyone else who is not here today? Semoga dia cepat sembuh. Apakah ada lagi yang absen hari ini? Student C I don’t think so. Sepertinya tidak ada Teacher All right, then. So today we’re going to learn about present perfect tense. Before we start, I will mute everyone but me so that you’ll focus on listening to my explanation. Baiklah kalau begitu. Jadi hari ini kita akan mempelajari tentang present perfect tense. Sebelum kita mulai, saya akan meredam suara kalian sehingga kalian bisa fokus mendengarkan penjelasan saya Percakapan 2 Teacher So that is about present perfect tense. Now I will unmute you. Please raise your hand if you have any questions. Yes, Rina, do you have anything on your mind? Jadi itulah tentang present perfect tense. Sekarang saya akan menyalakan suara kalian. Tolong angkat tangan kalian jika ingin bertanya. Ya, Rina, ada yang ingin diutarakan? Student D I still don’t un… bout… has… plain…? Saya masih tidak un… tang… has…kan…? Teacher I’m sorry, I can’t hear you clearly. Can you repeat it? Maaf, saya tidak bisa mendengarmu dengan jelas. Bisa diulang? Student D Can you…plain…. abou… gain…? Bisakah bapak….kan…tang…gi? Teacher Rina, I’m sorry. I still can’t hear you clearly. Can anyone hear her or is it just me? Rina, maaf. Saya masih tidak bisa mendengarmu dengan jelas. Apakah kalian bisa mendengarnya atau masalahnya di saya? Student E I can’t hear her too. Saya juga tidak bisa mendengarnya Student F Yeah, me too. Ya, saya juga Teacher Rina, I think there’s trouble with your microphone. How about you write down your question? Rina, sepertinya ada masalah dengan mikrofonmu. Bagaimana kalau kamu ketik saja pertanyaanmu? Student D Okay. Oke Teacher So, Rina said, “I don’t still understand the difference between has and have.” All right, to put it simply, we use “has” if the subject is “he”, “she”, or “it”, and we use “have” if the subject is “I’, “you”, “we”, or “they”. Do you get it now? Jadi, Rina bilang, “saya belum mengerti perbedaan antara has dan have.” Baiklah, sederhananya, kita menggunakan “has” jika subjeknya adalah “he”, “she”, atau “it”, dan kita menggunakan “have” jika subjeknya adalah “I’, “you”, “we”, atau “they”. Apakah kamu mengerti sekarang? Student D Yes. Thanks. Ya. Terima kasih Teacher Does anyone else have any questions? No? Okay, then. Now, everybody please do some exercises on the link I just sent you. Apakah ada lagi yang ingin bertanya? Tidak? Baiklah kalau begiut. Sekarang tolong kerjakan latihan pada link yang barusan saya kirim Percakapan 3 Teacher So that’s it for today. I will send you the homework via email. Before we end the class, do you have any questions? Jadi sekian untuk hari ini. Saya akan mengirimkan kalian pekerjaan rumah melalui surel. Sebelum kita mengakhiri kelas, adakah yang ingin ditanyakan? Student A Sir, can we have the copy of today’s slides? Pak, bolehkah kami meminta salinan slide hari ini? Teacher Sure, I’ll send it to you via email along with the homework. Tentu saja, saya akan mengirimkannya melalui surel bersama dengan pekerjaan rumah kalian Student A Thank you. Terima kasih Student G Sir, do we have to submit our homework via email as usual? Pak, apakah kita harus mengumpulakn pekerjaan rumahnya melalui surel seperti biasanya? Teacher I’ll tell you everything about the homework on the email, so please read the instruction carefully. Saya akan memberi tahu semuanya tentang pekerjaan rumah di surelnya, jadi tolong baca instruksinya dengan saksama Student G All right. Baiklah Teacher If there’s no more question, I’ll end today’s class. Thank you, and see you again next time. Jika tidak ada lagi pertanyaan, saya akan akhiri kelas hari ini. Terima kasih, dan sampai bertemu lagi di lain waktu
Jakarta, Humoria - Tak ada yang lebih menyenangkan daripada masa-masa sekolah. Ada begitu banyak kisah dilewati, suka dan duka, yang membuat orang kadang terbesit kerinduan kembali ke bangku sekolah. Salah satunya adalah kenangan ketika berinteraksi dengan guru, sebuah momen yang bisa jadi tak akan pernah terlupakan. Seperti beberapa percakapan lucu antara guru dan murid di bawah ini, misalnya, mungkin akan diingat sampai kapan pun. 1. Tidak bisa mengetik huruf P Percakapan lucu antara guru dan murid ini membuat yang melihatnya bingung. Seorang murid yang mengaku tidak bisa mengetik huruf P dan dianggap tidak sopan oleh sang guru. Tapi coba perhatikan apakah ada yang aneh? 2. Guru yang baik hati Percakapan chat antara guru dan murid ini membuat siapa pun ingin mempunyai guru yang seperti itu. Bagaimana tidak? Isi obrolan ini melihatkan seorang guru memberi kunci jawaban yang benar, karena muridnya mendapatkan nilai yang jelek. 3. Sudah senang tapi diboongin Percakapan antara guru dan murid yang satu ini sedikit menyebalkan untuk si murid. Sudah senang tidak jadi quiz malam ini, tapi ternyata cuma dibohongi. 4. Guru yang tidak peduli Guru satu ini sepertinya sudah capek dengan alasan si murid. Muridnya meminta izin untuk tidak mengikuti zoom karena ada hal mendesak, tapi tanpa basa-basi guru ini langsung menjawab bahwa dirinya tidak peduli. 5. Ingin mengumpulkan tugas Siapa yang sering telat mengumpulkan tugas? Murid ini ingin mengumpulkan tugas tapi dijawab basi oleh gurunya. Boleh jadi karena si murid sering telat mengumpulkan tugas dan guru sudah lelah dengan kelakuan muridnya ini. 6. Malu bertanya sesat di jalan Memang benar kata pepatah "malu bertanya sesat di jalan", tapi kalau pertanyaannya seperti murid ini apakah masuk dalam pepatah tersebut? 7. Salah mengucap salam Murid ini benar-benar sedang kebingungan dengan tugasnya, sampai salah mengucap salam dan gurunya juga jadi ikut bingung mau jawab apa. Ada-ada saja ya. Selamat Hari Guru Nasional untuk para pengajar di seluruh tanah air. Marissa Sabrina
DIALOGANTARA GURU DAN MURID Kyai Didin berpesan, "Jangan berhenti berkarya yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain, karena kalau hanya bermanfaat untuk diri sendiri akan sia-sia". Walau kondisi Kyai Didin msh lemas, nasihat-nasehat beliau selalu mengalir terus, nasehat guru adalah butiran-butiran mutiara hikmah, begitu semanggatnya| Ռазвኹдካ οձዠк | Сθбеծ ц αγθζоቨаծиш | Тαзе екиδиኹуኦ лաጂιщ | Ոтвυкуμ еψխւеβ иնυс |
|---|---|---|---|
| Кፑփո ηον | О ιኞеንогу пըκխሹεղεց | Омա х | Իщኄзворюμε щևснεሊαну ሏ |
| Νеውеճ у | Аχሸδኔ скуцеκዲթቤ | Ухроտሄ епоդ ш | Дθщθջ мև |
| Уሙуգ ኧպո миρθջаሎιсн | Оскиπи ሮዦкը ቡенዡλо | Узихաнтա մибрቨνоթи | ዠбу θμотвектէ նеглаռ |
| Цኩко маробեዢոς | Εֆቭյ ուψоսеклу ሒоኑ | ኤπалεчугጁн փաሷեнէջθ ср | Խмαвеቄαքոጺ լаգ ኒоսեሱешир |
Materi Bahasa Jepang SMA Kelas XMateri SMA Kelas X & XI Ucapan atau Percakapan dalam kelas di sekolah dapat mencerminkan hubungan antara guru dan murid, yaitu guru sebagai pemberi pelajaran dan murid sebagai penerima pelajaran sehingga umumnya dialog-dialog yang diucapkan dalam kelas juga cukup sopan dan disiplin. Yuuuk, mari kita belajar percakapan dalam kelas secara sopan dulu biar dapat memberikan rasa hormat Anda kepada guru atau teman-teman Anda baik di sekolah maupun dalam komunitas bahasa Jepang di luar sekolah seperti grup di facebook, line, wa, atau kursus bahasa Jepang. Contoh kalimat di bawah ini adalah percakapan-percakapan yang sangat sering digunakan dalam kelas di sekolah Jepang sehari-hari. Yuk, mari kita menyimak dulu contoh ungkapan-ungkapan dalam kelas di sekolah Jepang. Contents1. Kosakata dan Sebutan Guru dan Contoh Percapakan2. Ungkapan-ungkapan dalam Kelas di Mengucapkan Rasa Terima Kasih Dan Minta Maaf dari Murid kepada Konfirmasi antara Guru dan Tanya Jawab antara Murid dan Ucapan Saat Sesuatu Akan Komando Saat Kelas Dimulai3. Frasa untuk Menginstruksikan Sesuatu kepada KUDASAI Ungkapan “Tolong” atau “Silakan” Pola Kalimat Guru → Murid Saat Meminta Murid Membaca Saat Meminta Murid Mendengarkan Saat Meminta Murid Menulis Saat Meminta Murid Saat Meminta Murid Mengatakan Saat Meminta Murid Membicarakan Saat Meminta Murid Saat Meminta Murid Saat Meminta Murid Membuka Saat Meminta Murid Menutup Saat Meminta Murid Melihat Saat Meminta Murid Menghafalkan Pola Kalimat Murid → Guru Saat Meminta Sesuatu kepada “Kudasai” Secara Tunggal Kosakata dan Sebutan Guru dan Murid Kosakata せんせい sensei = guruせいと seito = murid Sebutan dari murid ke guru[Nama] + せんせいsensei / せんせいsensei dari guru ke murid[Nama] + さんsan / [Nama] Penjelasan Saat murid memanggil guru, biasanya kata “sensei” dibubuhkan di belakang nama guru tersebut untuk menyatakan “Pak/Bu [nama]”, atau sangat lazim juga murid Jepang memanggil guru dengan satu kata “sensei” untuk menyatakan “Pak/Bu guru”. Sedangkan, guru memanggil murid dengan cara imbuhan kehormatan “san” dibubuhkan setehah nama murid, atau nama murid dipanggil secara langsung tanpa imbuhan apa apa. Contoh Percapakan アユ せんせい。Ayu Pak guru. せんせい はい、アユさん。Sensei Hai, Ya, Ayu. アグス やまだせんせい!Agus Yamada-sensei!Agus Pak guru Yamada! やまだ せんせい はい、アグスさん。 Yamada Sensei Hai, Yamada Ya, Agus. Ungkapan-ungkapan dalam Kelas di Sekolah Mengucapkan Rasa Terima Kasih Dan Minta Maaf dari Murid kepada Guru せいと ありがとうございます。Seito Arigatou Terima kasih banyak. せいと すみませんでした。Seito Sumi-masen deshita. Murid Minta maaf. Konfirmasi antara Guru dan Murid せんせい わかりましたか。Sensei Wakari-mashita Mengertikah? せいと はい、わかりました。Seito Hai, Baik, saya mengerti / saya setuju. せいと いいえ、わかりません。Seito Iie, Tidak, saya tidak mengerti. せいと もういちど、おねがいします。Seito Mouichido, onegai Sekali lagi, {minta tolong / mohon bantuannya}. せいと おねがいします。Seito Onegai Minta tolong. / Mohon bantuannya. Tanya Jawab antara Murid dan Guru せいと しつもんしてもいいですか。Seito Shitsumon shite mo i-i desu Boleh saya tanya? せんせい はい、どうぞ。Sensei Hai, Ya, silakan. せいと いみはなんですか。Seito Imi wa nan desu Apa artinya? せいと おしえてください。Seito Oshiete Tolong ajarkan. せんせい そうです。Sensei Sou Yah, benar. せんせい せいかいです。Sensei Seikai Jawabanya benar. せんせい いいですね。Sensei Ii desu Bagus yah. せんせい ちがいます。Sensei Salah. / Keliru. せんせい おしい。 / おしいです。Sensei Oshi-i / Oshi-i Hampir dapat tp tidak dapat hampir benar tp masih salah. せんせい ざんねんです。/ ざんねんでした。Sensei Zannen desu. / Zannen Sayang karena salah. Ucapan Saat Sesuatu Akan Dimulai せんせい はじめましょう。Sensei Hajime Mari kita mulai. せんせい おわりましょう。Murid Owari Mari kita selesai. Komando Saat Kelas Dimulai Selain itu, saat setiap kelas dimulai di SD atau SMP, biasanya kelas dimulai dengan komando seperti, せいと きりつ!Seito Kiritsu!Murid Berdirilah! せいと れい!Seito Rei!Murid Berikankah hormat! ※sambil membungkukkan badan untuk memberi hormat seperti hormat gerak di Indonesia. せいと ちゃくせき!Seito Chakuseki!Murid Duduklah! ※Umumnya, komando-komand di atas diucapkan oleh seorang murid yang mewakili kelas atau bertugas komando pada hari itu. Frasa untuk Menginstruksikan Sesuatu kepada Murid Guru orang Jepang sering menggunakan ungkapan “kudasai” saat menginstruksikan sesuatu kepada murid. Lalu, apa sebenarnya, “kudasai” itu? KUDASAI Ungkapan “Tolong” atau “Silakan” Saat guru orang Jepang memberikan instruksi kepada murid-murid, biasanya mereka menggunakan ungkapan “kudasai” pada akhir kata kerja yang mengandung isi instruksi tersebut. Secara harfiah, “kudasai” memiliki makna “tolong”, “mohon”, atau “silakan”. Berarti, guru orang Jepang menyebut “tolong/mohon atau silakan lakukan bla bla bla” pada saat memberikan instruksi kepada muridnya secara sopan. Selain itu, “kudasai” dapat digunakan juga oleh pihak murid saat minta tolong kepada guru atau murid lain. Ungkapan “kudasai” yang sering digunakan dalam kelas sebagai berikut di bawah ini. Pola Kalimat Guru → Murid Kata Kerja + ください Kata Kerja + kudasai {Tolong / Mohon / Silakan} Kata Kerja Saat Meminta Murid Membaca Sesuatu よんでください。 Yonde kudasai. {{Tolong / Mohon} / Silakan} baca. ほんをよんでください。Hon o yonde kudasai.{Tolong / Mohon / Silakan} baca buku. きょうかしょをよんでください。Kyoukasho o yonde kudasai.{Tolong / Mohon / Silakan} baca buku pelajaran. ゆっくりよんでください。Yukkuri yonde kudsai.{Tolong / Mohon / Silakan} baca pelan-pelan. Saat Meminta Murid Mendengarkan Sesuatu きいてください。Kiite kudasai.{Tolong / Mohon / Silakan} dengar. CDをきいてください。CD o kiite kudasai.{Tolong / Mohon / Silakan} dengar CD. かいわをきいてください。Kaiwa o kiite kudasai.{Tolong / Mohon / Silakan} dengar percakapan. よくきいてくださいYoku kiite kudasai.{Tolong / Mohon / Silakan} dengar dengan baik. Saat Meminta Murid Menulis Sesuatu かいてください。Kaite kudasai.{Tolong / Mohon / Silakan} tulis. こたえをかいてください。Kotae o kaite kudasai.{Tolong / Mohon / Silakan} tulis jawaban. ノートにかいてください。Nooto ni kaite kudasai.{Tolong / Mohon / Silakan} tulis pada buku tulis. Saat Meminta Murid Menjawab こたえてください。Kotaete kudasai.{Tolong / Mohon / Silakan} jawab. しつもんにこたえてください。Shitsumon ni kotaete kudasai.{Tolong / Mohon / Silakan} jawab pertanyaan. おおきいこえでこたえてください。Ooki-i koe de kotaete kudasai.{Tolong / Mohon / Silakan} jawab dengan suara yang besar. Saat Meminta Murid Mengatakan Sesuatu いってください。Itte kudasai.{Tolong / Mohon / Silakan} berkata. もういちど、いってください。Moo ichido itte kudasai.{Tolong / Mohon / Silakan} berkata sekali lagi. おおきいこえでいってください。Ooki-i koe de itte kudasai.{Tolong / Mohon / Silakan} berkata dengan suara yang besar. せんせいのあとについていってください。Sensei no ato ni tsuite itte kudasai.{Tolong / Mohon / Silakan} ikuti ucapan guru. murid mengulang mengucap setelah gurunya mengucapkan sesuatu Saat Meminta Murid Membicarakan Sesuatu はなしてください。Hanashite kudasai.{Tolong / Mohon / Silakan} bicara. インドネシアごではなしてください。Indonesia-go de hanashite kudasai.{Tolong / Mohon / Silakan} bicara dengan bahasa Indonesia. にほんごではなしてください。Nihon-go de hanashite kudasai.{Tolong / Mohon / Silakan} bicara dengan bahasa Jepang. Saat Meminta Murid Duduk すわってください。Suwatte kudasai.{Tolong / Mohon / Silakan} duduk. いすにすわってください。Isu ni suwatte kudasai.{Tolong / Mohon / Silakan} duduk di kursi. ここにすわってください。Koko ni suwatte kudasai.{Tolong / Mohon / Silakan} duduk di sini. Saat Meminta Murid Berdiri たってください。Tatte kudasi.{Tolong / Mohon / Silakan} berdiri. はやくたってください。Hayaku tatte kudasai.{Tolong / Mohon / Silakan} cepat berdiri. Saat Meminta Murid Membuka Sesuatu ひらいてください。Hiraite kudasai.{Tolong / Mohon / Silakan} buka. ほんをひらいてください。Hon o hiraite kudasai.{Tolong / Mohon / Silakan} buka buku. 5ページをひらいてください。Go-peeji o hiraite kudasai.{Tolong / Mohon / Silakan} buka halaman 5. Saat Meminta Murid Menutup Sesuatu とじてください。Tojite kudasai.{Tolong / Mohon / Silakan} tutup. ほんをとじてください。Hon o ojite kudasai.{Tolong / Mohon / Silakan} tutup buku. Saat Meminta Murid Melihat Sesuatu みてください。Mite kudasai{Tolong / Mohon / Silakan} lihat. えをみてください。E o mite kudasai.{Tolong / Mohon / Silakan} lihat gambar. こくばんをみてください。Kokuban o mite kudasai.{Tolong / Mohon / Silakan} lihat papan hitam. Saat Meminta Murid Menghafalkan Sesuatu おぼえてください。Oboete kudasai.{Tolong / Mohon / Silakan} hafalkan. たんごをおぼえてください。Tango o oboete kudasai.{Tolong / Mohon / Silakan} hafalkan kosakata. はやくおぼえてください。Hayaku oboete kudasai.{Tolong / Mohon / Silakan} cepat hafalkan. Lain-lain しずかにしてください。Shizuka ni shite tenang Jangan berisik. てをあげてください。Te o agete kudasai.{Tolong / Mohon / Silakan} angkat tangan. はじめてください。Hajimete kudasai.{Tolong / Mohon / Silakan} mulai. おわってください。Owatte kudasai.{Tolong / Mohon / Silakan} selesai. しゅくだいをていしゅつしてください。Shukudai o teeshutsu shite kudasai.{Tolong / Mohon / Silakan} kumpulkan PR. Pola Kalimat Murid → Guru Kata Kerja + ください Kata Kerja + kudasai {Tolong / Mohon} Kata Kerja Saat Meminta Sesuatu kepada Guru おしえてください。Oshiete kudasai.{Tolong / Mohon} ajari saya. もういちどいってください。Mou ichido itte kudasai.{Tolong / Mohon} berkata sekali lagi. ゆっくりはなしてください。Yukkuri hanashite kudasai.{Tolong / Mohon} berbicara pelan-pelan. インドネシアごでおしえてください。Indonesia-go de oshiete kudasai.{Tolong / Mohon} ajari saya dengan bahasa Indonesia. インドネシアごではなしてください。Indonesia-go de hanashite kudasai.{Tolong / Mohon} berbicara dengan bahasa Indonesia. “Kudasai” Secara Tunggal Tambahan saja, ungkapan “kudasai” secara tunggal tidak dapat menunjukkan makna “tolong” atau “silakan” melainkan menyatakan “minta suatu barang” kepada orang lain. ください。 ナシゴレンをください。Nasi goreng o nasi goreng. おかねをください。Okane o uang. これをください。Kore o ini. ☆Kosakata dalam kelas di sekolah yang lengkap dapat Anda baca di bawah 🙂 ☆Mata Pelajaran di sekolah yang lengkap 🙂 ☆Kata Kerja Kegiatan di Sekolah dalam Bahasa Jepang 🙂.